Setelah melakukan negosiasi secara alot, akhirnya tim terpadu meminta semua warga mengosongkan rumahnya dengan cara mengemasi barang-barang mereka, Kamis (13/7/2017).

Kendati ekskavator sudah mulai digerakan, warga tetap bertahan dan duduk di depan lahan mereka.

Tidak satupun warga yang mau beranjak dari tempat mereka.

“Hari ini kami akan melakukkan penggusuran, segera tinggalkan tempatnya, hari ini kami melakukan penggusuran sebanyak tiga hektar,” sebut polisi dengan menggunakan pengeras suara.

Imbauan itu‎ tidak dihindahkan, ibu-ibu disana mencoba menghalang-halangi petugas.

Dengan sigap, anggota Polwan dan satpol pp perempuan melakukan pengamanan.

Namun tetap saja dihalangi warga. Nekatnya, mereka membawa sejumlah anak kecil untuk menghalangi petugas.

“Jangan ada yang anarkis, kita tahan saja,” kata seorang warga.