Penggunaan Sosial Media Yang Beretika

kepri.polri.go.id- Sebagai pengguna sosial media tentu kita tidak ingin bersinggungan dengan kasus pidana tersebut. Untuk itulah saat bersosial media hendaklah kita menyikapinya dengan bijak atas komentar atau argument yang di sosmed baik itu komentar positif atau komentar yang negatif. Terima saja komentar atau argument itu berfikir positif thingking dan jadikan sosmed sebagai sarana informative, inovativ, actual, factual dan motivasi perbaikan diri apabila ada komentar negatif.
untuk itu ber social media hendaknya kita mengenal etika dan sopan santun sehingga kita tidak terjebak dalam hiruk pikik komentar – komentar yang bisa membawa kita ke hadapan hukum, di sini saya mencoba menjelaskan etika dan sopan santun dalam ber social media antara lain Sbb :

  • Pakai Bahasa Yang Tepat.

Pakailah Bahasa yang tepat dan sopan serta santun dengan siapapun kita berinteraksi dan kiranya kita perlu memahami dengan siapa kita berinteraksi. Salah satu cara mengetahui Bahasa yang cocok untuk berinteraksi adalah dengan membaca gaya Bahasa saat yang bersangkutan berkirim pesan atau komentar atau saat menulis status atau merespon status orang lain. Karena dengan membaca komentar kadang masing – masing orang bermacam – macam persepsi, berbeda apabila diucapkan dengan bertatap muka.

  • Menghargai Privasi Orang Lain.

Hargai rahasia atau privasi orang lain dengan tidak mengumbarnya di media sosial sekalipun hanya untuk bercanda atau bergurau yang dapat menyebabkan orang lain merasa tersinggung privasinya.

  • Hindari Sara Dan Pornografi.

Tidak Menuliskan atau berbicara atau menuliskan kalimat yang mengandung unsur Sara (Suku, Agama, Ras Dan Antar Golongan) dan membagikan konten atau berita atau gambar yang mengandung pornografi yang dapat membuat seseorang merasa dihina, dilecehkan dan lain – lain.

  • Update Status Yang Krusial Dan Hal Pribadi.

Hindari Meng-Update status bersifat privacy diri kita. Misalnya sedang galau, jengkel, sendiri dirumah, sedang mengambil uang di bank. Update status seperti ini berbahaya apabila ada orang yang berniat jahat terhadap kita. Dan untuk hal – hal pribadi sebaiknya tidak diungkapkan lewat sosmed karena hal bukan untuk di komsumsi public.

  • Mengasut Orang Dan Menebar Kebencian.

Hindari Meng – Udate status atau memberi komentar yang dapat dianggap sebagai hasutan dan menyebarkan kebencian atau permusuhan baik itu kepada seseorang atau kelompok tertentu. Apanila hal demikian terjadi, maka kita dapat dikenakan tindakkan pidana sesuai UU ITE pasal 28 ayat 2 untuk itu marilah dalam kita berinteraksi di dunia maya lewat sosial media ini, hendaklah tetap dalam koridir yang ber etika, sopan dan santun serta arif dan bijak. (sumber baktikominfo.go.id)

Penulis             : Adrian Boby

Editor               : Nora Listiawati

Publisher         : Nolanda Mustika

 

Perbedaan Nyeri Sendi COVID-19 dan Nyeri Sendi Biasa

Kepri.polri.go.id- Demam, batuk, dan sesak napas adalah tiga gejala COVID-19 yang paling lumrah. Namun, penyakit tersebut ternyata juga dapat menyebabkan nyeri sendi.

Rasa tidak nyaman pada sendi merupakan hal yang umum. Keluhan ini bisa terjadi pada remaja hingga lansia. Salah satu penyebab nyeri sendi yang paling sering adalah arthritis (radang sendi), baik osteoarthritis maupun rheumatoid arthritis.

Lalu, bagaimana cara membedakan antara nyeri sendi COVID-19 dengan nyeri sendi biasa?

Perbedaan Nyeri Sendi Biasa dan Nyeri Sendi Corona

Ada cara untuk membedakan demam dan nyeri sendi akibat COVID-19 dengan nyeri sendi biasa, misalnya akibat kelelahan.

Nyeri sendi akibat aktivitas biasanya terjadi di satu area atau beberapa bagian tubuh.

Sedangkan, gejala nyeri sendi dan badan ngilu akibat COVID-19 lebih menyeluruh (terasa di sekujur tubuh), dan disertai dengan gejala lain seperti demam, sakit kepala, lemas, sakit tenggorokan, batuk, dan sebagainya.

Selain itu, secara umum nyeri sendi biasa dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Sementara pada nyeri sendi akibat COVID-19 mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama, yaitu dalam beberapa minggu. Bahkan tidak jarang, nyeri sendi pasca COVID-19 menetap menjadi gejala long COVID.

Segera ke Dokter Jika Mengalami Kondisi Ini

Kamu yang tidak punya penyakit radang sendi tetap harus waspada, khususnya jika sekujur tubuh terasa nyeri dan pegal-pegal. Apalagi jika muncul gejala lain, misalnya demam, mengigil, ataupun jika punya riwayat kontak dengan orang terduga COVID-19.

Apabila mengalami hal ini, segera lakukan pemeriksaan tes antigen atau swab PCR COVID-19.

Tentunya melakukan pemeriksaan ini berguna untuk mengantisipasi. Jadi apabila benar terinfeksi COVID-19, kamu bisa melakukan isolasi mandiri dan segera mendapatkan pengobatan.

Selain melakukan pemeriksaan, sebagai langkah pertolongan pertama di rumah, kamu bisa mengonsumsi obat antinyeri untuk mengatasi keluhan nyeri sendi. Pastikan kamu membaca aturan dosis yang tertera di kemasan, ya!

Sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat

 

 

Editor   : Joni kasim

Publish : Nora

Penulis : Firman

Tidur Sambil Memakai Masker Medis, Berbahayakah?

Kepri.polri.go.id-Pada masa pandemi seperti sekarang, masker menjadi benda wajib yang harus digunakan setiap saat.

Salah satu jenis masker yang efektif untuk mencegah penularan virus corona adalah masker medis. Masker medis dapat mencegah partikel virus masuk ke dalam tubuh saat seseorang bersin, batuk, ataupun berbicara.

Sebelum pandemi, masker medis umumnya hanya digunakan oleh tenaga kesehatan atau menghindari paparan benda infeksius saat bekerja.

Penggunaan masker dapat membantu melindungi Anda dari bahaya COVID-19 secara efektif. Tak hanya itu, memakai masker juga bisa membentengi Anda dari paparan serbuk sari, debu, atau bahan penyebab alergi lainnya.

Nah, karena saking ingin terhindar dari COVID-19, sebagian orang mungkin ada yang sampai tidur pakai masker medis! Apakah hal tersebut diperbolehkan dan aman untuk kesehatan? Untuk menjawab pertanyaan itu, simak penjelasan berikut ini.

Tidur pakai masker medis tidak berisiko menimbulkan bahaya apa pun. Namun, memang ada beberapa kondisi yang sebaiknya menghindari tidur menggunakan masker.

Sebetulnya, tidur memakai masker dapat bermanfaat terutama jika Anda sedang tidur di tempat atau kondisi yang berisiko tinggi tertular COVID-19. Misalnya, bila Anda bekerja sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit.

Selain itu, tidur pakai masker boleh dilakukan saat Anda dalam perjalanan menggunakan pesawat, mobil, bus, atau kereta api. Karena hal ini dapat melindungi sistem pernapasan Anda dari udara yang mengandung partikel virus atau bakteri.

Tak hanya mencegah penularan COVID-19, pakai masker bisa menyaring alergen, asap, atau bau kimiawi lain yang memicu alergi atau gangguan pernapasan.

Tidur pakai masker medis memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. Rasa tidak nyaman menggunakan masker saat tidur dan masker yang sering terlepas bisa membuat tidur jadi terganggu.

Namun, pada beberapa kondisi seperti saat pilek atau tenggorokan kering, tidur menggunakan masker bisa membantu meredakan gejala Anda.

Saat sedang pilek, seseorang cenderung bernapas menggunakan mulut sehingga membuat tenggorokan jadi kering. Tidur memakai masker akan membuat kelembapan udara “terjebak”, alhasil tenggorokan Anda lebih lembap saat bangun di pagi hari.

Bagi penderita asma ataupun alergi, tidur pakai masker medis juga dapat membantu menghindari paparan alergen saat tidur, sehingga mengurangi risiko serangan asma.

Lalu, bagi Anda yang tinggal di tempat beriklim dingin, tidur memakai masker bisa membantu wajah Anda tetap hangat.

Kondisi yang Sebaiknya Tidak Tidur Memakai Masker

Jika Anda memiliki gangguan di saluran pernapasan, sebaiknya hindari tidur pakai masker medis. Salah satunya orang dengan OSAS atau obstructive sleep apnea syndrome

OSAS merupakan suatu kondisi di mana terjadinya henti napas sesaat saat tidur.

Normalnya, aliran udara akan mengalir dari hidung dan mulut ke dalam paru-paru. Pada kondisi OSAS, aliran udara dapat terhenti karena adanya sumbatan di jalan napas.

Nah, tidur menggunakan masker dapat berisiko menyebabkan sumbatan saluran napas saat tidur.

Selain itu, anak-anak sebaiknya juga tidak tidur pakai masker medis. Karena, hal ini dapat berisiko menyumbat jalan napas mereka.

Sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat

 

 

Editor   : Joni kasim

Publish : Nora

Penulis : Firman

Cara Membedakan Diare Biasa dan Diare COVID-19

Kepri.polri.go.id-infeksi coronavirus tidak hanya menimbulkan gejala pada pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti batuk, demam, nyeri sendi juga diare. Diperkirakan sekitar 9 persen orang yang terinfeksi COVID-19 mengalami diare.

Diare yang disebabkan oleh virus COVID berbeda dengan diare biasa. Lantas, seperti apa perbedaan dan bagaimana mengatasinya? Simak penjelasannya berikut.

Perbedaan Diare Biasa dan Diare COVID-19

Dijelaskan oleh dr. Theresia Rina Yunita, diare akibat COVID dan bukan COVID sangat sulit dibedakan. Keduanya hanya dapat dibedakan dari penyebabnya saja. Diare biasa disebabkan oleh bakteri seperti Escherichia coli atau virus norovirus. Sementara diare COVID-19 adalah salah satu gejala akibat infeksi virus SARS-CoV-2.

Selain penyebab, tidak ada perbedaan lain yang mencolok antara diare biasa dan diare COVID-19. Namun, pada orang yang terinfeksi virus corona, diare biasanya dibarengi dengan gejala lain, seperti:

  • Penyumbatan pernapasan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kehilangan penciuman dan tidak peka terhadap rasa (anosmia)
  • Sesak napas
  • Batuk

Selain diare, pasien COVID-19 juga dapat mengalami gejala gastrointestinal (GI) atau masalah pencernaan sebagai berikut:

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal International Emergency Nursing, sebanyak 90 orang yang terinfeksi COVID-19 mengalami gejala diare yang berlangsung rata-rata selama 5 hari.

Ciri-Ciri Diare Gejala COVID-19

Untuk mengetahui perbedaan diare COVID dan bukan COVID, kamu bisa amati dari tampilan fesesnya seperti berikut:

 

1. Tekstur Diare Berair

Masih dalam penelitian yang sama dengan sebelumnya, sebanyak 64 persen pasien COVID-19 melaporkan diare dengan feses berair.

Feses berair dapat menunjukkan bahwa kamu telah kehilangan cukup banyak cairan di dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi. Itulah mengapa penting bagi penderita COVID untuk tetap terhidrasi saat mengalami diare.

2. Feses Berwarna Kuning

Penelitian lain yang diterbitkan pada Clinical Gastroenterology and Hepatology juga melaporkan kondisi feses akibat diare terkait COVID-19. Kebanyakan pasien mengalami feses berwarna kuning.

Virus dapat menyebabkan diare kuning karena tinja bergerak terlalu cepat melalui usus. Ketika feses bergerak dengan kecepatan normal, usus mampu menyerap lemak di dalamnya.

Akan tetapi, ketika feses terlalu cepat, lemaknya tidak terserap maksimal. Lemak inilah yang  memberi warna kuning pada feses.

3. Tinja Berwarna Hijau

Selain berwarna kuning, diare COVID-19 juga dapat menyebabkan feses berwarna kehijauan. Ini terjadi akibat lemak tidak terurai dengan baik, akibatnya empedu yang ada di feses dapat menyebabkan diare tampak hijau.

Empedu adalah zat yang dikeluarkan oleh kantong empedu dan hati untuk membantu mencerna lemak.

Penanganan Diare Gejala COVID-19

COVID-19 adalah penyakit yang masih terbilang baru sehingga masih banyak diperlukan penelitian lebih lanjut. Oleh karena itu, hingga kini belum ada rekomendasi khusus untuk mengobati diare yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.

Namun, menurut dr. Theresia, jika kamu memiliki gejala diare saat terinfeksi COVID-19, cobalah untuk melakukan penanganan untuk mengobati diare biasa pada umumnya.

Pengobatan diare yang bisa kamu lakukan di rumah, di antaranya:

  • Meningkatkan asupan cairan agar tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan dan makan makanan yang berkuah seperti sup
  • Makan makanan yang tidak memicu diare kambuh dan hindari makanan yang asam atau pedas
  • Perbanyak istirahat untuk meningkatkan sistem imun
  • Minum obat anti mual, seperti dimenhydrinate atau obat resep ondansetron, jika diperlukan. Pastikan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat untuk diare
  • Jika kamu mengalami dehidrasi parah saat diare, kamu mungkin memerlukan cairan intravena (IV) untuk membantu tubuh tetap terhidrasi

Kemudian hal lain yang perlu diperhatikan saat diare COVID-19 adalah menjaga kebersihan toilet. Meskipun penularan COVID-19 melalui feses masih dalam penelitian, tetapi tidak ada salahnya untuk menjaga kebersihan dan mencegah penularan.

Lakukan juga langkah-langkah berikut jika kamu mengalami diare akibat COVID:

  • Pastikan untuk selalu menutup toilet dan siram setelah digunakan
  • Jangan letakkan kertas toilet bekas di tempat sampah yang digunakan secara bersamaan. Alangkah lebih baiknya, pisahkan sampah tisu toilet bekas dalam satu kantong plastik
  • Disinfeksi toilet secara teratur, pastikan untuk membersihkan ujung pintu dan bagian-bagian yang mudah terkontaminasi virus

Jika kamu mengalami diare yang dibarengi dengan gejala COVID lainnya, segera isolasi diri dan lakukan tes COVID di rumah sakit terdekat. Pastikan untuk tetap menggunakan masker saat keluar rumah dan menjaga jarak.

Sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat

 

 

Editor   : Joni kasim

Publish : Nora

Penulis : Firman

Rambutan Diklaim Dapat Cegah Diabetes, Ini Faktanya!

Kepri.polri.go.id-Pernah dengar soal manfaat rambutan untuk diabetes? Tak cuma buahnya, mulai dari kulit hingga bijinya, rambutan dikatakan baik untuk penderita diabetes.

Padahal, kalau dipikir-pikir rambutan sendiri punya rasa yang relatif manis. Lalu, benar tidak, ya, buah asli Asia Tenggara ini punya khasiat untuk mencegah masalah gula darah? Mari kita simak pembahasannya.

Manfaat Rambutan untuk Diabetes

Rambutan merupakan buah yang kaya akan nutrisi. Dalam 100 gram rambutan mengandung sekitar 1,3-2 gram serat. Selain itu, rambutan juga tinggi mineral seperti tembaga, fosfor, mangan, kalium, dan magnesium.

Rambutan mengandung vitamin C yang melimpah, sehingga makan 5-6 rambutan dapat memenuhi setengah kebutuhan vitamin C harian kamu sehingga kamu dapat terhindar dari radikal bebas.

Indeks glikemik buah rambutan masuk dalam kategori sedang, yaitu 59. Artinya risiko meningkatkan kadar gula darah ada pada tahap menengah.

Sebuah penelitian yang termuat dalam jurnal Nutrients (2017) membahas efektivitas rambutan untuk diabetes.

Dalam penelitian tersebut, bagian yang diteliti dari buah rambutan bukanlah dagingnya, melainkan kulitnya. Selain itu, pengujiannya juga bukan dilakukan pada manusia, melainkan pada tikus.

Kira-kira, beginilah hasil penelitian yang berjudul Anti-Diabetic Effects of Phenolic Extract from Rambutan Peels (Nephelium lappaceum) in High-Fat Diet and Streptozotocin-Induced Diabetic Mice itu.

Ekstrak kulit rambutan diketahui bisa meningkatkan bobot badan tikus sekaligus menurunkan kadar glukosa darahnya.

Bahkan, ekstrak kulit rambutan secara signifikan mengurangi kadar kolesterol, trigliserida, dan kreatinin (zat limbah dalam darah) pada tikus diabetes.

Selain kulitnya, ada juga studi dalam negeri yang mengatakan bahwa biji rambutan yang justru bisa mencegah diabetes.

Namun, karena sejauh ini penelitian yang dilakukan masih dalam lingkup kecil dan baru pada hewan, hal tersebut tidak dapat mendukung bahwa rambutan benar-benar ampuh untuk diabetes.

Sedangkan, untuk khasiat biji rambutan sebagai ‘obat’ pencegah diabetes, hal itu juga masih belum dijelaskan secara gamblang bagaimana efek sesungguhnya pada banyak orang.

Cara Konsumsi Rambutan untuk Penderita Diabetes

Seperti pemaparan di atas, bagian dari rambutan yang diduga bermanfaat untuk diabetes adalah kulit dan bijinya.

Namun tentu saja, kamu tidak harus mengonsumsinya secara langsung untuk memperoleh manfaatnya. Kamu juga bisa mengonsumsi ekstrak kulit ataupun biji rambutan.

Untuk bijinya, kamu bisa mengonsumsinya dengan sebelumnya dipotong kecil-kecil lalu dijemur selama 2-3 hari sampai kuning kehitaman. Setelah kering, potongan biji tersebut diblender hingga jadi bubuk halus.

Bubuk itu nantinya diseduh dengan air panas dan diminum sesuai kebutuhan. Terlepas dari bagaimana efektivitasnya, biji rambutan mengandung 30-43 persen lemak murni, serat, pati, dan asam stearat.

Sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat

 

 

Editor   : Joni kasim

Publish : Nora

Penulis : Firman

Hukum Judi Internet Berdasarkan Undang-Undang ITE

kepri.polri.go.id- Di Indonesia terdapat beberapa peraturan yang mengatur mengenai perjudian, seperti yang diatur dalam Pasal 303 dan Pasal 303 bis Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian (“UU 7/1974”) serta untuk perjudian online diatur dalam Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”).

Perjudian Menurut KUHP

Pasal 303 ayat (1) KUHP menjelaskan sebagai berikut:

Diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah, barang siapa tanpa mendapat izin

dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya sebagai pencarian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu perusahaan untuk itu;

dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta dalam perusahaan untuk itu, dengan tidak peduli apakah untuk menggunakan kesempatan adanya sesuatu syarat atau dipenuhinya sesuatu tata-cara;

menjadikan turut serta pada permainan judi sebagai pencarian.

Pasal 303 bis ayat (1) KUHP, berbunyi:

Diancam dengan hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun atau denda paling banyak sepuluh juta rupiah:

barangsiapa menggunakan kesempatan untuk main judi, yang diadakan dengan melanggar peraturan pasal 303;

barangsiapa ikut serta permainan judi yang diadakan di jalan umum atau di pinggirnya maupun di tempat yang dapat dimasuki oleh khalayak umum, kecuali jika untuk mengadakan itu, ada izin dari penguasa yang berwenang .

Ketentuan Pasal 1 UU 7/1974 menyatakan semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan. Karena itu, Pasal 542 KUHP yang semula judi di jalanan umum dinyatakan sebagai pelanggaran telah berubah menjadi kejahatan dan diubah menjadi Pasal 303 bis KUHP.

Judi menurut Pasal 303 ayat (3) KUHP adalah tiap-tiap permainan, yang mendasarkan pengharapan buat menang pada umumnya bergantung kepada untung-untungan saja, dan juga kalau pengharapan itu jadi bertambah besar karena kepintaran dan kebiasaan pemain. Yang juga terhitung masuk main judi ialah pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain, yang tidak diadakan oleh mereka yang turut berlomba atau bermain itu, demikian juga segala pertaruhan yang lain-lain.

Jika melihat dari definisi judi yang dinyatakan dalam Pasal 303 ayat (3) KUHP, maka kegiatan sebagaimana Anda jelaskan dalam pertanyaan dapat dikategorikan sebagai judi.

Menurut R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 222), orang yang mengadakan main judi dihukum menurut Pasal 303 KUHP, sementara orang-orang yang ikut pada permainan itu dikenakan hukuman menurut Pasal 303 bis KUHP.

Judi Menurut UU ITE

Di samping itu, perjudian yang dilakukan secara online di internet diatur dalam Pasal 27 ayat (2) UU ITE yang berbunyi:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Ancaman terhadap pelanggaran ini diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU 19/2016, yakni:

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.(sumber UU ITE dan UU perjudian).

Penulis             : Adrian Boby

Editor               : Nora Listiawati

Publisher         : Nolanda Mustika

 

Kenali Tanda-Tanda Stres pada Anak

Kepri.polri.go.id- Layaknya orang dewasa, anak-anak juga terkadang merasakan stres. Namun, dalam kadar yang tepat, stres bisa menjadi pendorong diri yang positif ketika anak memiliki dukungan yang cukup.

Sebaliknya, ketika stres terlalu intens dan lama serta tidak ada dukungan keluarga, stres pada anak dianggap sebagai stres toksik.

Sayangnya, anak sering tidak gamblang atau mampu mengungkapkan bahwa ia mengalami stres. Oleh karena itu, ciri-ciri anak stres umumnya lebih tercermin pada perilakunya.

Demi mewujudkan kehidupan anak yang lebih seimbang dan sehat, kenalilah gejala stres pada anak sedini mungkin:

1. Mudah Tersinggung

Ketika anak mudah meledak emosinya dan mudah merasa tersinggung, mungkin ada yang tidak beres. Ciri stres pada anak sering ditampakkan sebagai perasaan marah dan iritabilitas.

Coba perhatikan ketika anak meledak emosinya pada hal-hal yang biasanya tidak mengganggunya. Perubahan stabilitas emosi secara drastis dan mendadak tersebut perlu diwaspadai sebagai ciri-ciri anak sedang stres.

2. Menyendiri

Saat anak pulang sekolah dan langsung memalingkan kepala tanpa kontak mata, atau langsung masuk ke kamarnya tanpa mengobrol, kemungkinan besar ada suatu hal serius.

Waspadai juga kondisi anak stres ketika ia yang biasanya menghabiskan waktu bersama teman lalu mendadak menolak kegiatan tersebut. Ketika anak menjadi penyendiri, hati-hati telah terjadi stres yang cukup berat dalam diri anak.

3. Perubahan Sikap dan Mood

Ketika si kecil yang tadinya ceria dan mudah tertawa mendadak pendiam, ini bisa menjadi ciri-ciri anak stres.

Gejala perubahan sikap juga bisa terlihat dalam berbagai bentuk lainnya. Misalnya, anak yang tadinya hangat dan mudah bercerita tiba-tiba tampak merahasiakan serta berhati-hati dalam bicara.

Ciri-ciri lain yang bisa muncul misalnya si kecil yang biasanya bersemangat, berbalik menjadi tampak tidak bergairah hingga menolak hal-hal yang sebelumnya ia sukai.

4. Kemunduran Kemampuan

Usia yang berbeda akan memunculkan gejala stres yang berbeda pula pada anak. Khusus anak usia dini, kemunduran kemampuan juga menjadi salah satu tanda stres pada anak yang umum.

Misalnya, anak yang sebelumnya sudah lancar memakai toilet tiba-tiba sering mengompol lagi. Anak-anak yang tadinya mampu bersabar tiba-tiba kembali sering tantrum juga perlu dicurigai sebagai gejala stres pada anak.

5. Sering Memiliki Keluhan Fisik

Waspadai adanya stres pada anak ketika ia tampak terlalu mudah mengalami gejala fisik. Ingat, ciri stres juga bisa tampak sebagai gejala pada fisik, lho.

Beberapa gejala fisik yang muncul akibat stres yaitu sakit kepala, nyeri ulu hati, mulas, hingga buang air besar encer.

Ada baiknya orangtua meminta evaluasi dokter terlebih dahulu sebelum memastikan apakah peningkatan frekuensi keluhan fisik benar-benar disebabkan oleh stres.

6. Sulit Tidur

Kesulitan tidur sepertinya sudah menjadi tanda stres yang umum dijumpai. Sebab, banyak orang dewasa yang juga mengalaminya ketika menghadapi stres.

Nah, gejala ini juga bisa dialami anak-anak ketika stres. Sebagai orangtua, berikan dukungan yang dibutuhkan anak, terutama dengan menjadi pendengar yang baik.

7. Kesulitan di Sekolah

Menurunnya performa anak di sekolah juga menjadi tanda stres pada anak yang mudah dilihat. Anak yang stres akan kesulitan untuk memfokuskan perhatiannya pada pelajaran.

Selain itu, bentuk kesulitan lain di sekolah misalnya sering terjadi konflik anak dengan temannya. Adanya ketidakstabilan emosi akan mempersulit proses pertemanan anak di sekolah.

8. Perubahan Nafsu Makan

Adanya perubahan dalam nafsu makan juga bisa menjadi salah satu ciri anak stres. Nafsu makan bisa berubah naik ataupun turun ketika seseorang merasakan stres.

Gejala yang lebih sering muncul dalam perubahan nafsu makan yaitu penurunan ketertarikan untuk makan.

Kondisi itu cukup berbahaya, mengingat asupan nutrisi yang kurang dapat memperburuk kemampuan tubuh anak dalam menghadapi stres tersebut. Oleh sebab itu, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlama-lama.

9. Perubahan Perilaku ke Arah Negatif

Ada kalanya anak-anak yang mengalami stres justru tampak lebih nakal dibanding biasanya. Perilaku yang muncul misalnya anak lebih membangkang, keras kepala, dan menolak diatur.

Perilaku-perilaku itu seakan-akan memberikan kontrol atau kekuatan pada diri anak. Akhirnya, anak menikmati perilaku tersebut ketika merasa tidak berdaya.

Nah, perilaku itu rentan membuat orangtua salah langkah. Anak dapat dianggap tidak sopan dan tidak menghargai orangtua. Alih-alih didengarkan dan dipahami, anak malah mendapatkan hukuman.

Ketika tidak mendapatkan ketenangan dan dukungan dalam menghadapi stres, bukan tidak mungkin anak malah bertambah kalut pikirannya.

Stres bisa sangat berbahaya bagi anak-anak. Stres yang terlalu intens, serius, dan dalam jangka panjang bisa membuat anak kewalahan serta mengganggu kesehatan mental dan fisiknya.

Pastikan anak memiliki rehat dari stres, mendapatkan dukungan keluarga yang cukup, serta didengarkan pemikiran dan perasaannya. Hal-hal tersebut membantu anak menghadapi stres.

Berikan pula serangkaian keterampilan menghadapi stres pada anak. Ada berbagai cara menangani stres, misalnya menarik napas dalam, bergerak, hingga meditasi. Keterampilan itu dapat membantu anak menghadapi tiap momen stres dalam hidupnya.

 

Sumber : https://www.klikdokter.com/

 

Editor   : Joni kasim

Publish : Nora

Penulis : Firman

CARA TEPAT LINDUNGI ANAK DARI PELECEHAN SEKSUAL

Kepri.polri.go.id- Pelecehan seksual pada anak adalah semua kegiatan yang melibatkan anak dalam kegiatan seksual. Mirisnya, kasus pelecehan ini di Indonesia kian meningkat.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat, ada ribuan kasus kekerasan pada anak di Indonesia. Dari angka tersebut, yang paling banyak dialami oleh anak adalah kekerasan seksual.

Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia menunjukkan bahwa hampir 90% kasus kekerasan atau pelecehan seksual pada anak terjadi di rumah atau sekolah. Umumnya, pelaku adalah orang terdekat.

Pelecehan seksual pada anak sangat penting untuk dicegah. Pencegahan harus melibatkan berbagai pihak, meliputi keluarga, lingkungan rumah, dan lingkungan sekolah. Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah pelecehan seksual pada anak, antara lain:

1. Mengajarkan Anak Tentang Anggota Tubuhnya

Orang tua sejak dini perlu mengajarkan bagian-bagian tubuh anak, termasuk organ-organ intimnya. Meskipun umumnya orang tua akan merasa tabu untuk mengenalkan bagian intim kepada anak, hal ini penting dilakukan.

Pengenalan ini penting dilakukan sebagai dasar edukasi seksual kepada anak. Jadi, bila ingin menjaga anak dari perilaku ‘menyimpang’, salah satu cara menghindari pelecehan seksual adalah dengan pengenalan anggota tubuh.

2. Mengajarkan Anak Bagian Tubuh yang Tidak Boleh Disentuh oleh Orang Lain

Setelah mengajarkan anak tentang anggota tubuhnya, orang tua perlu menekankan bagian-bagian yang tidak boleh disentuh atau dilihat oleh orang lain, seperti dada, kemaluan, dan bokong.

Selain itu, pelecehan seksual pada anak juga dapat dicegah dengan mengajari anak rasa malu untuk memperlihatkan bagian-bagian intim kepada orang lain sejak dini.

3. Mengajarkan Anak untuk Mewaspadai Orang yang Tidak Dikenal

Cara untuk menghindari pelecehan seksual berikutnya adalah mengajarkan anak untuk bersikap waspada. Anak juga perlu diajarkan untuk waspada terhadap orang yang tidak dikenal.

Jika ada orang yang tidak dikenal berusaha mendekatinya, termasuk memberikan barang atau makanan, ajarkan anak untuk tidak tergoda. Apalagi orang tersebut sampai mengajak anak untuk ikut dengannya. Pastikan anak mengerti dan tidak mau menerima ajakannya.

4. Mengajarkan Anak Apa yang Harus Dilakukan Jika Ada Orang yang Ingin Menyentuhnya

Pelecehan seksual pada anak salah satunya dapat dicegah dengan mengajarkan anak bagaimana untuk bertindak. Selain kewaspadaan, Anda juga perlu mengajari si Kecil untuk bertindak defensif.

Berkata tidak, lari, dan berteriak minta tolong penting diajarkan jika ada orang asing yang ingin melihat atau menyentuh bagian-bagian tubuh anak, seperti dada, kemaluan, dan bokong.

5. Selalu Memantau Anak Saat Anak Bermain atau Melakukan Aktivitas di Luar Rumah

Pemantauan anak saat bermain dan melakukan aktivitas di luar rumah sangat penting. Sebab pelecehan seksual pada anak sering terjadi saat si Kecil bermain di luar rumah.

Kurangnya pemantauan orang tua akan memicu para pelaku pelecehan seksual untuk menggencarkan aksinya. Sebaliknya, pemantauan anak yang baik akan menyurutkan niat pelaku untuk menjalankan aksinya.

6. Menjalin Kerja Sama yang Baik dengan Guru di Sekolah 

Saat anak berada di sekolah, maka guru lah yang bertugas memantau anak agar tidak terjadi pelecehan seksual. Oleh karena itu, orang tua perlu berkenalan dan bekerja sama dengan para guru di sekolah. Begitu pula dengan guru les atau guru mengaji.

7. Menjalin Kerja Sama yang Baik dengan Tetangga di Lingkungan Rumah 

Orang tua tidak mungkin memantau anak setiap saat. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk akrab dengan para tetangga di lingkungan rumah dan lingkungan bermain anak.

Menjalin kerja sama ini sangat penting dan dapat membantu mencegah pelecehan seksual pada anak saat ia bermain di lingkungan sekitar rumah.

8.Mengenal Lingkungan Bermain Anak dan Teman-Temannya

Mengenal lingkungan bermain anak dan teman-teman anak—termasuk orang tua dari teman-teman anak—sangat penting untuk membentuk lingkungan bermain yang aman, positif, dan terhindar dari risiko pelecehan seksual.

Saat teman-teman si Kecil mengunjungi rumah Anda, maka Anda membantu menjaga dan memantau perilaku bermain anak. Begitu pula saat anak Anda bermain ke rumah temannya, maka orang tua temannya lah yang membantu menjaga anak Anda.

9. Menjaga Keterbukaan dengan Anak 

Menjaga keterbukaan dengan anak juga sangat penting agar anak bercerita kepada Anda apa yang terjadi dalam kesehariannya, termasuk jika anak mengalami perlakuan-perlakuan yang tidak sesuai, seperti pelecehan seksual.

Jika sampai terjadi pelecehan seksual pada anak, maka Anda perlu segera bertindak untuk melaporkan ke pihak berwajib.

10. Deteksi Dini Tanda-Tanda Pelecehan Seksual pada Anak

Terkadang, Anak malu atau tidak berani menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya. Anda dapat mendeteksinya dengan melihat perubahan perilaku anak, misalnya ia menjadi mudah marah dan depresi.

Jika ada perubahan perilaku pada anak, ajaklah anak untuk berbicara dari hati ke hati agar anak lebih terbuka dengan Anda.

 

 

Sumber : https://www.klikdokter.com/

 

Editor   : Joni kasim

Publish : Nora

Penulis : Firman

Penebangan Hutan Secara Liar

kepri.polri.go.id- Indonesia memiliki hutan yang kaya akan keragaman jenis populasi di dalamnya, namun seiring berjalannya waktu hutan di Indonesia menjadi hutan yang paling terancam di dunia. Terkikis karena seringnya terjadi penebangan secara liar. Dampak ekonomi yang muncul dari penebangan liar bukan hanya karena kerugian finansial dampak akibat dari hutan gundul, hilangnya pohon, akan tetapi lebih berdampak pada ekonomi dalam arti luas, seperti hilangnya kesempatan untuk memanfaatkan keragaman produk di masa depan. Berikut adalah kerugian akibat penebangan hutan secara liar :

Inilah Dampak – Dampak Penebangan Hutan Secara Liar :

      1.Hilangnya Kesuburan Tanah.

Ketika hutan di babat pohon-pohonnya, hal ini mengakibatkan tanah menyerap sinar matahari terlalu banyak sehingga menjadi sangat kering dan gersang. Hingga nutrisi dalam tanah mudah menguap. Selain itu, hujan bisa menyapu sisa-sisa nutrisi dari tanah. Oleh sebab itu, ketika tanah sudah kehilangan banyak nutrisi, maka reboisasi menjadi hal yang sulit dan budidaya di lahan itu menjadi tidak memungkinkan.

       2.Turunnya Sumber Daya Air.

Pohon sangat berkontribusi dalam menjaga siklus air, melalui akar pohon menyerap air yang kemudian di alirkan ke daun dan kemudian menguap dan dilepaskan ke lapisan atmosfer. Ketika pohon-pohon ditebang dan daerah tersebut menjadi gersang, maka tak ada lagi yang membantu tanah menyerap lebih banyak air.

       3.Mengakibatkan Banjir.

Salah satu fungsi hutan adalah menyerap dengan cepat dan menyimpan air dalam jumlah yang banyak ketika hujan lebat terjadi. Namun ketika hutan digunduli, hal ini tentu saja membuat aliran air terganggu dan menyebabkan air menggenang dan banjir yang mengalir ke pemukiman penduduk.

      4.Pemanasan Global.

Penebangan hutan secara liar juga berdampak pada pemanasan global. Pohon berperan dalam menyimpan karbondioksida yang kemudian digunakan untuk menghasilkan karbohidrat, lemak dan protein yang membentuk pohon, dalam biologi proses ini disebut fotosintesis. Ketika terjadi deforestasi, banyak pepohonan yang dibakar, ditebang, yang mengakibatkan lepasnya karbondioksida di dalamnya, hal ini menyebabkan tingginya kadar karbondioksida yang ada di atmosfir. Dengan melihat dampaknya yang sangat mengerikan, maka pelestarian hutan perlu dan Harus segera dilaksanakan.

Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal sudah kita ketahui, hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air. Oleh karena itu marilah kita menjaga kelestarian hutan dan jagan melakukan penebangan hutan secara liar.(sumber rimbakita.com)

Penulis             : Adrian Boby

Editor               : Nora Listiawati

Publisher         : Adrian Boby