Tribratanews.kepri.polri.go.id – Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau berhasil mengamankan dua tersangka atas dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang yang terjadi di The Exotic Pub & KTV pada hari Jumat tanggal 2 Agustus 2019 sekira pukul 02.00 wib.

Hal tersebut diungkap langsung oleh Wadir Reskrimum Polda Kepri, AKBP Arie Dharmanto bertempat di Media Center Bidhumas Polda Kepri bersama Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan Paur Penmas Bidhumas Polda Kepri.

Dijelaskan, pada hari Kamis tanggal 1 Agustus 2019 anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya tindak pidana perdagangan orang yang melibatkan para pekerja perempuan sebagai korbannya.

Mengetahui hal tersebut, anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan dan pengecekan ke lokasi pada keesokan harinya dan ditemukan seorang pekerja perempuan (pemandu lagu) The Exotic Pub & KTV berinsial A melayani tamu dengan melakukan hubungan seksual di kamar hotel.

Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya satu kondom bekas pakai terbungkus plastik warna hitam didalam tong sampah. Adapun modus operandi eksploitasi dari tersangka selaku pengelola The Exotic Pub & KTV berinisial AJ dan AH terhadap perempuan tersebut dengan memanfaatkan korban dalam memberikan service kepada para tamu.

“Tersangka nantinya akan memperoleh keuntungan dengan menetapkan tarif dengan sistem bagi hasil hingga memanfaatkan korban untuk menjual minuman dengan memberikan komisi per satu botol dan gelas dari masing-masing jenis minuman alkohol,” jelasnya.

Berikut barang bukti lain yang berhasil diamankan antara lain uang tunai sejumlah Rp. 700.000 dan Rp. 1.950.000, satu lembar bukti cek in kamar hotel, satu buku catatan, satu kartu kunci kamar hotel, dan satu lembar menu paket minuman, satu bundel bukti pembayaran bill tamu serta satu lembar voucher milik The Exotic Pub & KTV.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 2 dan Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang.