Tribratanews.kepri.polri.go.id- Pasca tenggelamnya kapal pengangkut TKI sebanyak 8 orang di Perairan Pulau Batam hari Minggu (05/05/2019) pukul 21.30 Wib, Satuan Polisi Perairan Polres Bintan masih berkutat melakukan pencarian korban di perairan Pulau Bintan bagian utara, Selasa (07/05/2019).

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, SIK, M.Si melalui Kasat Polisi Perairan AKP Suardi, SE mengatakan dalam upaya pencarian dan evakuasi korban TKI kapal tenggelam ini, pihaknya mengerahkan personil dan kapal patroli milik Polair Bintan menyusuri wilayah perairan dan bermalam hingga melaksanakan sahur di laut.

Hari Selasa (07/05/2015) pagi hari, warga nelayan Desa Sebong Lagoi memberikan informasi yakni telah menemukan seorang TKI terapung pada sebuah tangki minyak speed boat dalam kondisi lemas dan hingga pada malam harinya ditemukan kembali korban TKI berjumlah 6 orang di lokasi yang berbeda dengan kondisi satu orang TKI jenis kelamin perempunan telah meninggal dunia.

Kasat Polisi Perairan Polres Bintan AKP Suardi, SE menjelaskan dari pendataan pihaknya bahwa korban TKI kapal tenggelam yang telah ditemukan dan dievakuasi sejumlah 7 orang dengan rincian 6 orang korban dalam kondisi hidup dan 1 orang TKI jenis kelamin perempuan kondisi meninggal dunia.

Adapun data data TKI yang ditemukan dalam kondisi hidup sebagai berikut :

  1. ZULHAKIMI JUNI SAPUTRA, laki-laki, lahir di Banda Aceh, 10 Juni 1989, Islam, alamat Jl. Mata’i Desa Uletoi Kec. Darul Imarah Kab. Aceh Besar Prov. Nanggroe Aceh Darussalam (ditemukan hari Selasa tanggal 7 Mei 2019 pukul 07.00 wib di Pulau Kelapa Perairan Desa Sebong Lagoi Kec. Teluk Sebong Kab. Bintan)
  1. NASRUDDIN, laki-laki, lahir Pidie, 7 Desember 1988, Islam, alamat Desa Gampong Mesjid Aree Kab. Pidie Prov. Nanggroe Aceh Darussalam (ditemukan hari Selasa tanggal 7 Mei 2019 pukul 07.00 Wib di Perairan Kampung Baru Desa Sebong Lagoi Kec. Teluk Sebong Kab. Bintan)
  1. FADLON FAHMI, laki-laki, lahir di Pidie, 19 April 1989, Islam, alamat Desa Reubee Kab. Pidie Prov. Nanggroe Aceh Darussalam (ditemukan hari Selasa 7 Mei 2019 pukul 07.00 Wib di Perairan Kampung Baru Desa Sebong Lagoi Kec. Teluk Sebong Kab. Bintan)
  1. HAZRAMI, laki-laki, diduga sebagai tekong kapal TKI, 31 tahun, Islam, alamat Kab. Lhoksumawe Prov. Nanggroe Aceh Darussalam (ditemukan hari Selasa 7 Mei 2019 pukul 14.00 Wib di Perairan Sakera Desa Sebong Pereh Kec. Teluk Sebong)
  1. DARMIATY, perempuan, 29 tahun, Islam, alamat Kab. Lhoksumawe Provinsi Prov. Nanggroe Aceh Darussalam (ditemukan hari Selasa 7 Mei 2019 pukul 14.00 Wib di Perairan Sakera Desa Sebong Pereh Kec. Teluk Sebong)
  1. MUHAMMAD SABRI, laki-laki, lahir di Jambo Masi Kab. Aceh Jaya, 1 Juni 1988, Islam, alamat di Banda Aceh Prov. Nanggroe Aceh Darussalam (ditemukan hari Selasa 7 Mei 2019 pukul 17.00 Wib di Perairan Desa Sebong Pereh Kec. Teluk Sebong)

Sementara itu korban yang ditemukan meninggal dunia atas nama LINDA, perempuan, 31 tahun, Islam, alamat Kab. Lhoksumawe Prov. Nanggroe Aceh Darussalam, (ditemukan hari Selasa 7 Mei 2019 pukul 14.00 Wib di Perairan Sakera Desa Sebong Pereh Kec. Teluk Sebong); saat ini korban tersebut telah dibawa ke RSUD Tannjug Uban.

Ditambahkan oleh AKP Suardi, SE bahwa kejadian tersebut bermula pada hari Minggu (05/05/2019) pukul 21.00 Wib, TKI berjumlah 8 orang dan ditambah 2 orang awak kapal berangkat dari Sungai Rengit Malaysia tujuan Pulau Batam menggunakan kapal cepat 40 PK. Sekira 40 menit perjalanan kapal dihantam ombak sehingga air laut masuk ke badan kapal dan tenggelam.

“Saat ini korban yang belum ditemukan berjumlah 3 orang dengan rincian 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan, diantara korban yang belum ditemukan tersebut atas nama Agam, yang merupakan awak kapal pengangkut TKI” ujar AKP Suardi.

“Dalam pelaksanaan pencarian dan evakuasi ini kami memberikan apresiasi kepada personil Polres Bintan, TNI AL dan warga masyarakat yang turut membantu dan memberikan informasi sehingga korban secara maksimal dapat diselamatkan” papar AKP Suardi. (ary)