Tribratanews.kepri.polri.go.id – Polda Kepri melaksanakan kegiatan konferensi pers Tindak Pidana Kesusilaan melalui media sosial, Jumat (15/2/2019). Adapun konferensi pers tersebut dilakukan oleh Kabidhumas Polda Kepri didampingi Kasubdit Cyber Crime Ditkrimsus Polda Kepri.

Pada kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. S. Erlangga mengungkap, tersangka berinsial AA (32) menampilkan foto-foto perempuan dalam album aplikasi wechat untuk di tawarkan kepada pengguna wechat.

“Apabila ada pengguna wechat yang tertarik dan ingin menggunakan layanan seks dari perempuan tersebut dapat memesannya langsung kepada tersangka,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda Kepri menambahkan, setelah layanan seks tersebut selesai dilakukan maka tersangka akan mendapatan komisi yang selain diambil sendiri juga dikirimkan melalui rekening milik tersangka.

Menurut pengakuan tersangka, pengunggahan foto-foto tersebut semata-mata hanya ingin mendapatkan keuntungan berupa uang dengan cara melakukan menawarkan perempuan di aplikasi wechat yang dapat digunakan jasanya untuk layanan seks.

Adapun saat penangkapan, berikut barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka antara lain satu buku tabungan BRI Simpedes, kartu atm BRI, dan satu unit handphone merk xiaomi.

Sementara itu, Kasubdit Cyber Crime Ditkrimsus Polda Kepri AKBP Ike menambahkan bahwa pihaknya juga telah melakukan interogasi terhadap saksi-saksi antara lain berinsial WE, NJ, HS, RS, S, G, dan RA.

“Dari saksi WE, berhasil kami sita barang bukti berupa tujuh alat kontrasepsi, satu buah gel pelumas, dua key card atau kunci kamar sebuah hotel, uang senilai Rp. 700.000, dan satu bundel print out rekening koran,” jelasnya,

Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan Pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia omor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 296 jo pasal 506 KUHP.